Kamis, 27 November 2014

HARI GURU NASIONAL

25 November diperingati sebagai hari guru nasional.. guru ? ya pahlawan tanpa tanda jasa. kenapa bisa disebut pahlawan tanpa tanda jasa, karena seberapa besarpun jasa yang guru berikan tidak akan mendapat tanda terima jasa, tidak pula pangkat bintang menempel di bahunya. Segitu besar jasa yang diberikan oleh guru, bahkan mungkin saya atau orang-orang yang diluar sana bisa membaca dan menulis tidak lepas dari jasa yang guru berikan dahulu. seseorang yang sangat berjasa dalam mencerdaskan generasi harusnya mendapatkan apresiasi yang sangat besar, bayangkan saja bila tidak ada guru bagaimana nasib generasi ini ? ya mungkin saja para orangtua dapat mengajarkan anaknya, tapi apakah bisa sesebar guru dalam mengajarkan baca tulis ? kali ini saya mau menulis kejadian nyata yang pernah saya lihat yang menimpa guru honorer..

Ibu melati mengajar disalah satu kota terpencil, kota yang sangat jauh dari ibu kota, kota yang mempunyai SDA sangat kaya tapi penduduknya masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan..
singkat cerita ibu melati adalah guru yang hanya tamatan SMA, lebih dari 10 tahun dia mengabdi untuk menjadi seorang guru sekolah dasar, dari pagi hingga sore dia mengajar di salah satu sekolah dasar milik pemerintah hanya untuk menjalankan niatnya mencerdaskan murid-muridnya, mungkin tak pernah ia bayangkan berapa banyak uang yang ia terima dari hasil mengajar itu. walaupun bu melati hanya lulusan SMA tapi pengetahuannya luas, ia juga seseorang yang pintar. Pernah saya bertanya kepada beliau "Bu melati maaf sebelumnya, kenapa ibu memilih mengajar, kenapa tidak mencari pekerjaan yang lain ?", lalu bu melati menjawab "saya mencintai anak-anak, saya mau anak-anak itu pintar dan saya mau berbagi ilmu dengan mereka." . lalu saya bertanya lagi, "apakah gaji yang ibu terima sesuai dengan jam kerja yang ibu keluarkan untuk mengajar?" bu melati menjawab "gaji saya memang tak sebesar pegawai kantor, gaji saya hanya Rp. 800.000,- sebulan, tapi itu tidak masalah karena gaji bukan tujuan utama saya, berapapun yang saya terima saya syukuri." terenyah hati saya mendengar jawaban bu melati, seseorang yang lebih dari 8 jam waktunya dihabiskan untuk mengajar tanpa mengharapkan imbalan yang besar, tak juga mendemo untuk meminta dinaikkan gajinya.. betapa mulianya bu melati ini. nasib guru honorer memang tak "seenak" guru PNS tapi bu melati mengajarkan bahwa sekalipun dia guru honerer dia tidak asal-asalan dalam mengajar. cuma berharap suatu saat nanti pemerintah sadar betapa berharganya seorang guru, tidak membedakan guru honorer dengan guru PNS dan lebih mensejahterkan lagi kehidupannya.

Senin, 24 November 2014

KESEDERHANAAN

Sebuah artikel dari kompasiana http://m.kompasiana.com/post/read/705455/1/arti-sebuah-kesederhanaan.html

Dari sebuah artikel yang saya baca ini, sangat mengajarkan arti sebuah kesederhanaan dan tidak membedakan status sosial. Seorang wakil Bupati yang jabatannya cukup tinggi dan cukup terhormat itu masih mau berbagi bahkan untuk makan bersama dengan orang-orang yang tidak "selevel" dengannya, dia tidak sungkan-sungkan. bayangkan saja sebuah pemandangan yang mungkin jarang kita temui untuk orang sekelas wakil Bupati, biasanya pemandangan yang terlihat adalah wakil Bupati dengan para ajudannya kemanapun dia pergi dan berada. Bahkan orang biasa seperti Bapak Nanang bisa makan siang bersama Bapak Wakil Bupati di rumah dinasnya hanya seperti mimpi. Artikel ini mengajarkan bahwa wakil Bupati ini sangat sederhana dan juga bahwa kita sesama manusia tidak boleh membedakan status sosial seseorang karena status kita didunia ini sama, sama-sama sebagai makhluk hidup. Harta. Jabatan, Pendidikan hanyalah sebuah titipan dari Tuhan, dihadapan Tuhan tak ada yang membedakan status sosial kecuali ketakwaan. "Belajarlah hidup sederhana, dimanapun kalian berada dan kesiapapun tanpa pandang bulu."

Minggu, 23 November 2014

SUSI PUDJIASTUTI

Sosok wanita yang belakangan ini banyak di perbincangkan oleh masyarakat indonesia bahkan dibeberapa negarapun di dunia. Susi Pudjiastuti ya Ibu menteri kelautan dan perikan di Indonesia ini saat ini sedang banyak di perbincangkan karena hanya lulusan SMP tetapi mampu menduduki kursi "menteri" yang biasanya diduduki oleh para lulusan perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri. Ibu menteri yang satu ini dikenal sangat tegas dalam menjalankan tugasnya. mungkin banyak orang yang menilai negative tentang ibu menteri yang satu ini, banyak orang yang mencemooh dirinya karena omongannya yang "blak-blakan", perokok, "hobbi cerai" dan memiliki tato di kakinya, hatersnya pun mencemooh dia bertubi-tubi di media sosial bahkan sampai membanding-bandingkan dia dengan para menteri atau pejabat negara yang penampilan atau kelakuannya lebih baik daripada ibu susi. Dengan latar belakang beberapa penghargaan yang ia terima dari dalam maupun luar negeri banyak juga orang yang memuji atau percaya bahwa ibu susi ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga dapat memajukan sektor kelautan kita. Saya agak heran dengan para haters mereka itu lucu tidak mengenal lebih dalam tapi sok tau tentang sikap atau sifatnya ibu susi ini, dia menjadi menteri untuk membuat sektor kelautan lebih maju. Niatnya bagus kok malah di benci ? kalau bisa dibilang gaji menjadi menteri tidak sebanding dengan gajinya di susi air atau di susi brand, dia di tunjuk menjadi menteri karena memang dia paham betul tentang sektor kelautan karena sebelumnya dia telah menguasai bidang ini selama kurang lebih 30 tahun. Menurut saya Ibu menteri yang satu ini adalah sosok yang inspiratif karena dia mengajarkan apapun latar belakang pendidikan kita, tidak boleh putus asa atau berkecil hati, kalau memang ada usaha pasti ada jalan untuk sukses. Pesan moral juga buat semua orang bahwa jangan pernah mendiskriminasi seseorang hanya karena tingkat pendidikannya, toh sejauh ini seseorang yang hanya lulusan SMP bisa menduduki kursi menteri. tetapi ingat walaupun hanya lulusan SD, SMP atau SMA yang penting itu adalah kemampuan.. Semoga Ibu Menteri yang satu ini dapat bekerja dengan baik, agar dapat menjadi inspirator untuk orang-orang diluar sana yang terbatas pendidikannya tapi mempunyai kemampuan jauh diatas orang-orang yang pendidikannya tinggi.

Kamis, 20 November 2014

NAIKNYA HARGA BAHAN BAKAR MINYAK

Saya membaca berita online yang membahas tentang kenaikan harga bahan bakar minyak, selengkapnya dapat dilihat http://www.merdeka.com/politik/mulai-diserang-karena-naikkan-bbm-ini-pembelaan-jokowi/jokowi-jika-tak-dihentikan-subsidi-bbm-di-masa-depan-membengkak.html

ya, kenaikan bahan bakar minyak adalah berita yang paling top dalam minggu-minggu ini atau bahkan dalam tahun ini.. berbagai macam tanggapan muncul ada yang pro ada juga yang kotra.. saya adalah orang yang abstain dalam hal kenaikan bahan bakar minyak.. kenapa abstain saya ada diposisi setuju dan tidak setuju beberapa alasan yang membuat saya abstain dalam hal ini adalah..
1. pro => negara ini sudah terlalu banyak mensubsidi bahan bakar minyak Rp. 303 triliyun pada anggaran tahun 2015. bayangkan saja pada tahun 2015 saja anggaran untuk mensubsidi bahan bakar minyak sudah tinggi seperti itu bagaimana dengan tahun-tahun selanjutnya yang sudah pasti kendaraan bermotor jumlahnya semakin meningkat. berapa banyak uang yang harus dianggarkan pemerintah untuk mensubsidi bahan bakar minyak ? apakah tidak lebih baik uang yang sebanyak itu dialihkan dari mensubsidi bahan bakar minyak ke subsidi untuk pendidikan, kesehatan atau mungkin untuk membangun lapangan pekerjaan. Rp 2.000,- subsidi yang di hapuskan presiden menimbulkan banyak protes keras dari berbagai kalangan. ibukota  ya protes yang banyak dilakukan bahkan sampai demo yang mengarah ke anarkis. Dua ribu rupiah yang menuai protes, tidak kah kita berpikir bagaimana nasib orang yang harusnya benar-benar layak menerima subsidi itu ? tetapi malah kita yang merasakannya.. sekolah yang rusak, tanpa lantai, minimanya tenaga pengajar, rumah sakit yang mahal, lapangan pekerjaan yang sempit? apakah kita masih harus demo protes kenaikan harga bahan bakar minyak ketika memang dilakukan penghapusan subsidi bahan bakar minyak untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak, menambah jumlah tenaga pengajar, membuat rumah sakit yang gratis, membuat lapangan pekerjaan ? mereka bagian dari negara ini, mereka butuh semua hal yang layak. masihkah dengan keegoisan kita yang terus menerus ingin disubsidikan ? tanpa memikirkan orang-orang yang memang membutuhkan. Dua ribu yang dihapuskan mungkin akan berguna buat mereka yang membutuhkan.

2. kontra => mungkin banyak orang-orang yang kontra termasuk saya ketika saat ini harga bahan bakar minyak naik adalah karena harga minyak dunia saat ini sedang turun. Ketika bahan bakar minyak naik sudah pasti banyak sekali harga barang-barang yang juga ikutan naik..

Saya tidak terlalu mengerti politik lebih jauh, tidak juga mengetahui hasil akhir dari kenaikan bahan bakar minyak ini. tapi saya berharap dari penghapusan subsidi ini bisa membuat meningkat tingkat pelayanan kesehatan atau pendidikan . amiin sayapun percaya pak presiden  pasti sudah mempunyai planning dari penghapusan bbm bersubsi. selamat bekerja untuk rakyat pak presiden & para jajarannya. rakyat menunggu kesejahteraan yang selama ini hilaang :)

Senin, 17 November 2014

PERUBAHAN SOSIAL

Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut :
Gillin, "Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat." Emile Durkheim, "Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik." Kingsley Davis, "Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat" Mac Iver, "Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial." William F. Ogburn, "Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial." Raja, "Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang memengaruhi suatu sistem sosial." Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain:
1. Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. 2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya. 3. Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri. 4. Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat.
Teori perubahan sosial - Teori Evolusi Teori Evolusi Sosial adalah teori yang beranggapan bahwa perubahan sosial berlangsung secara evolusi, yaitu secara perlahan mengikuti perubahan yang bersifat linier (tidak ada jalan kembali) dan melalui tahapan-tahapan tertentu. Teori ini diilhami oleh Teori Evolusi Makhluk Hidup Charles Darwin. Teori ini melihat masyarakat modern, laiknya organisme sederhana yang berkembang menjadi organisme lebih kompleks, berkembang dari masyarakat paling sederhana secara linier dan melalui berbagai pentahapan. Teori Evolusi Sosial mencoba mencari pola perubahan yang sama dalam masyarakat yang berbeda. Misalnya, dalam kasus industrialisasi, banyak terjadi kehancuran dan perpecahan dalam keluarga luas di negara-negara Barat. Masyarakat Barat berkembang dari masyarakat yang kolektivistik menuju masyarakat yang individualistik. Teori Evolusi mencoba mencari tahu apakah hal yang sama akan terjadi di wilayah lain. Teori Evolusi Sosial dipandang mampu menjelaskan setiap perubahan yang terjadi dalam suatu masyarakat melalui pentahapan dengan disertai data pada setiap tahapan dan hal ini tentu saja akan memberi penjelasan yang rasional. Namun, teori ini sering memaksakan data agar tahapan-tahapan dalam teori ini dapat dipenuhi sehingga dapat dikatakan bahwa teori ini sering ”mengada-ada”. Teori tersebut pernah diterapkan di Indonesia pada masa Kabinet Pembangunan Orde Baru, yaitu dalam kebijakan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA). Bahwa dalam masa itu, pemerintah mencoba ”mengembangkan” negara secara bertahap dan setelah selesai satu tahap tidak kembali ke tahap yang lalu (linier).Tokoh-tokoh teori ini antara lain Auguste Comte dan Herbert Spencer.
- Teori Struktural Fungsional Sesuai dengan namanya, teori ini banyak membahas tentang fungsi atu peran dari sesuatu. Dalil teori ini manyatakan bahwa segala sesuatu yang berfungsi (memiliki peran) akan eksis dengan sendirinya dan segala sesuatu yang tidak berfungsi (tidak memiliki peran) akan hilang dengan sendirinya. Teori ini memandang masyarakat sebagai sebuah sistem yang memiliki unsur-unsur sistem. Tiap unsur sistem saling berhubungan secara fungsional satu sama lain, sehingga rusaknya salah stu unsur sistem akan mengganggu jalannya sistem secara keseluruhan. Teori ini juga berpendapat bahwa bila suatu sistem mengalami perubahan akibat suatu pengaruh, baik internal maupun eksternal, maka sistem tersebur akan bergerak menuju keseimbangan yang baru. Perubahan dari keseimbangan lama menuju keseimbangan baru inilah yang disebut oleh teori ini sebagai suatu perubahan sosial.
- Teori Konflik Teori ini merupakan kritik terhadap Teori Struktural Fungsional. Para teoritisi Teori Konflik menganggap bahwa teoritisi Teori Struktural Fungsional telah gagal memahami keseimbangan. Mereka memandang keseimbangan atau konsensus yang digambarkan oleh para teoritisi Teori Struktural Fungsional bukanlah konsensus yang benar, melainkan buatan penguasa terhadap yang dikuasai. Konsensus yang benar menurut teoritisi Konflik misalnya, seorang meminta pendapat sekelompok orang apakah setuju melakukan kegiatan A atau tidak. Kemudian semua anggota kelompok tersebut menyatakan setuju, tidak ada yang tidak setuju. Namun jika ada yang menyatakan tidak setuju dan keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak, bukanlah konsensus menurut teoritisi Teori Kritik. Keputusan tersebut bukanlah suatu konsensus, melainkan pemaksaan mayoritas (politik kuat) kepada minoritas (politik lemah). Keputusan yang diambil melalui voting, jajak pendapat, dan keputusan lain yang tidak ada kemufakatan didalamnya juga dianggap bukan konsensus dalam teori ini.
- Teori Interaksionalime Simbolik Teori ini menitikbratkan perhatiannya pada interaksi antarindividu. Teori ini memandang bahwa konsep tentang masyarakat, lembga sosial, dan negara hanyalah istilah akademik semata. Hal yang penting dalam sosiologi menurut teori ini adalah interaksi antarindividu dan lingkungan tempat tinggalnya. Teori ini menyatakan bahwa manusia berinteraksi satu sama lain tidaklah secara langsung, melainkan melalui simbol-simbol. Simbol-simbol tersebut sebagian besar berupa kata-kata, baik lisan maupun tulisan. Kata pada dasarnya tidaklah mempunyai arti yang melekat padanya. Kata tersebut baru memiliki arti setelah sekelompok orang menyepakati tentang artinya. Karena itu, arti suatu kata bisa jadi tidak sama bahkan bisa bertentangan antarkelompok pemakainya. Misalnya, kata gedhang dalam masyarakat Jawa berarti pisang, sedangkan dalam masyarakat Sunda berarti pepaya.
-Teori Pertukaran Sosial George Homan, tokoh perspektif teori ini, menyatakan bahwa tindakan sosial tidak ada yang tanpa pamrih. Tindakan sosial merupakan tindakan rasional yang mempertimbangkan ”untung” dan ”rugi”. Suatu tindakan akan diulang ketika mendatangkan ganjaran yang lebih banyak dibandingkan hukumannya. Sebaliknya, suatu tindakan tidak akan diulang jika mendatangkan hukuman lebih banyak dibandingkan ganjarannya.
Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial. Faktor–Faktor Internal dan Faktor-Faktor Eksternal Faktor Internal antara lain: •Bertambah dan berkurangnya penduduk (kelahiran, kematian, migrasi) •Adanya Penemuan Baru: 1.Discovery: penemuan ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada 2.Invention : penyempurnaan penemuan baru 3.Innovation /Inovasi: pembaruan atau penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga menambah, melengkapi atau mengganti yang telah ada. Penemuan baru didorong oleh : kesadaran masyarakat akan kekurangan unsure dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat •Konflik yang terjadii dalam masyarakat •Pemberontakan atau revolusi
Faktor ekstern antara lain: 1.perubahan alam 2.peperangan 3.pengaruh kebudayaan lain melalui difusi(penyebaran kebudayaan), akulturasi ( pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya), asimilasi (pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi)
Perubahan sosial abad 20 Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan. Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern. Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.
Sumber :
1. http://id.m.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial
2.http://m.kompasiana.com/post/read/581446/1/teori-perubahan-sosial.html
3. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/struktur-sosial-perubahan-sosial-2/

PERCERAIAN

Saat ini angka perceraian meningkat begitu pesat. Apa yang terjadi dengan pasangan suami isteri itu sampai angka-angka perceraian meningkat, dan perceraian meningkat di dominasi oleh pasangan muda.. Nampaknya sangat layak di bilang "yang muda yang bercerai" ada apa ini ? apa yang salah ? Saya coba menelisik apa penyebabnya pasagan-pasangan mudah yang belum 10 tahun berumah tangga bercerai.. 1. Faktor ekonomi Faktor ekonomi mungkin menduduki peringkat pertama sebagai salah satu penyebab perceraian, gaya hidup yang tinggi dan tidak sesuai dengan pendapatan inilah faktornya. Mungkin sang suami tidak bisa mencukupi kebutuh sekunder si isteri, atau si isteri yang tidak dapat mengelola keuangan keluarga dengan baik sehingga di keluarga merasa kurang saja. 2. Perbedaan cara pikir Perbedaan cara pikir juga menjadi salah satu penyebab perceraian pasangan muda bercerai, mungkin pola pikir yang belum "mateng" menjadi perbedaannya, emosi yang tidak dapat di kontrol. sehingga ketika ada masalah yang seharusnya dapat di selesaikan baik-baik, dengan perbedaan cara pikir ini lah yang mengarahkan perceraian. Setiap ada masalah pasti bilang "cerai" dengan alasan mereka tidak cocok lagi, seharusnya ketika ada masalah yang "dipotong" adalah masalahnya bukan hubungannya. 3. Menikah karena MBA Banyak pasangan muda yang baru beberapa bulan menikah lalu bercerai, dan mirisnya mereka bercerai setelah si isteri melahirkan seorang anak, ketika saya cari tahu apa penyebabnya mereka dengan santainya menjawab "saya menikah karena malu telah hamil, dan menikah agar anak saya lahir ada bapaknya" segitu mudahnya mereka mengatakan itu. Wajar saja kalau setelah melahirkan lalu bercerai, pernikahan mereka hanya seperti main-main. 4. Perselingkuhan Perselingkuhan juga menjadi penyebab pasangan muda bercerai, mungkin karena mereka merasa masih muda, belum menikmati masa muda mereka dengan puas, jadi sekalipun mereka sudah menikah mereka masih mau mencari "kenyamanan" dari oranglain.
Pernikahan bukanlah main-main, ketika sepasang kekasih berkomitmen untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius, semua sudah harus di persiapkan misalnya : komitmen, usianya, cara pikirnya, pendidikannya dan lain sebagainya yang mendasar tapi memiliki nilai yang sangat penting. Jangan sampai ketika sudah menikah lalu mendapati masalah mereka memutuskan untuk bercerai.. Kalau sebelum pernikahan sudah di persiapkan sedemikaian rinci, saya rasa angka perceraian akan berkurang. Chintia Rajab

PILKADA

Dari salah satu berita online yang saya baca tentang "PILKADA MELALUI DPRD SESUAI PANCASILA" selengkapnya baca di http://m.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/09/21/nc96f5-sosiolog-pilkada-melalui-dprd-sesuai-dengan-pancasila
menurut saya dari beberapa ungkapan seseorang di berita tersebut tidaklah semuanya benar, mungkin memang benar pilkada tidak langsung sesuai dengan sila ke 4 yang isinya "kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan & perwakilan" ya betul sekali maksud dari sila ini adalah permusyawaratan yang di wakilkan (anggota DPR/D). Tapi apakah tidak lebih baik pilkada langsung ? yang di pilih langsung oleh rakyat ? banyak pendapat yang bilang kalau pilkada langsung hanyalah menghabiskan banyak anggaran, money politic dan lain sebagainya.. Tapi harus di ketahui, tujuan diadakannya pilkada adalah untuk mencari kepala daerah, bagaimana bisa rakyat tidak dilibatkan untuk memilih calon pemimpinnya ? apakah ini yang dinamakan demokrasi ? Saya rasa tidak.. Bagaimana dengan makna demokrasi yang menyatakan dari rakyat untuk rakyat oleh rakyat, sudah tidak berlaku lagi kah ? Apalagi saat-saat ini kinerja anggota DPR/D tidaklah menunjukan hasil yang positif ? Kalau banyak pendapat yang menilai negative tentang pilkada langsung, harusnya pemimpin(dpr/d) mencari solusinya agar pilkada langsung tidak lagi memakan banyak anggaran, money politic dan lain sebagainya, bukan malah menggantikannya dengan pilkada tidak langsung.. Tidak semua yang dianggap baik oleh anggota DPR/D baik juga untuk rakyat, begitupun sebaliknya.. Menurut saya sebaiknya pilkada langsung dikembalikan, agar rakyat dapat memilih calon pemimpinnya, hidupkan lagi demokrasi negara ini, berikan kedamaian.. chintia rajab